PGP-2-Kabupaten Kebumen-Sulastri-Aksi Nyata Paket Modul 3.

 PGP-2-Kabupaten Kebumen-Sulastri-Aksi Nyata Paket Modul 3.

Praktik Nyata Membuat Telur Asin Rasa Bawang

SMP N 1 Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah

1. Persiapan

     a. Pemilihan telur

        Sebelum membuat telur asin, terlebih dahulu menyiapkan telur yang akan dijadikan telur asin. Pemilihan telur bebek yang baik sangat diperlukan agar hasil yang didapat tidak mengecewakan. Adapun telur yang dipilih, harus benar-benar telur yang masih baru. Apabila telur bebek didapat dari membeli di pasar, maka pengecekan dapat menggunakan batrai yang diterawangkan ke telur. Apabila telur terlihat jernih maka telur tersebut adalah telur yang baik. Tetapi apabila terlihat keruh, atau hitam, berarti telur sudah lama dan sebaiknya jangan digunakan untuk bahan telur asin rasa bawang.

 b.       Persiapan peralatan

         
             Adapun alat yang diperlukan untuk membuat telur asin rasa bawang adalah:

1)             20 butir telur bebek yang baru

2)             1 buah Toples

3)             1 kantong Plastik

4)             Garam secukupnya

5)             10 siung bawang kathing

6)             Amplas halus

c.                   c. Waktu dan tempat

              Praktek telur bebek asin rasa bawang hari Jum’at tanggal 29 Oktober 2021 pukul    13.00 WIB setelah pembelajaran selesai.Tempat dilaksanakan praktek adalah dapur SMP N 1 Ayah.

2.    Pelaksanaan

a.    Proses awal

1)             Telur dicuci sampai benar-benar bersih dengan cara menggosok menggunakan sabut kelapa atau sikat cuci. Pokoknya sampai benar-benar bersih. Pada saat mencuci telur, dibutuhkan ketelitian, konsentrasi dan hati-hati agar telur tidak jatuh, menggelundung dan pecah.

   
   

2)           Garam 100 gram atau sesuai selera direbus dengan air satu liter sampai mendidih dan hancur.

3)    Bawang dikupas, kemudian digeprek direbus bersama garam. Setelah mendidih dan tercium bau harum diangkat dan dinginkan.

 

4)             Telur yang sudah bersih ditata didalam toples bersih

5)           Masukan air rebusan garam dan bawang ke dalam toples yang sudah berisi telur bersih, sampai telur bebek terendam semua. Apabila air terlalu banyak bisa dibuang. Apabila air kurang maka ditambah dengan air dingin yang sudah di rebus.


 

6)     Proses selanjutnya adalah menindih telur dengan air yang dimasukan kedalam plastik transparan. Tujuannya adalah agar telur tidak mengapung saat direndam.

7)           Tutup toples rapat-rapat.


b.  Penyimpanan

Telur yang sudah direndam didalam toples tertutup, disimpan selama 15 hari agar aroma bawang serta rasa asin meresap sempurna. Tempat untuk menyimpan telur dalam toples sebaiknya jauh dari kerumunan orang. Kami menyimpan pojok digudang. Karena bau bawang yang menyengat tidak disukai banyak orang.

c.     Proses akhir

Setelah 15 hari proses perendaman, telur bebek dikeluarkan, dicuci bersih kemudian direbus sampai matang kira-kira setengah jam. Setelah direbus, telur dikukus 10 menit dengan tujuan agar telur kenyal, tidak berair dan awet. Setelah telur dikukus kemudian didinginkan. Sampai benar-benar dingin.

   
  

d.    Pengepakan

Setelah telur dingin, masukan kedalam plastik mika dan beri label.

e.    Penyajian

Telur yang sudah dibungkus dan diberi label siap untuk dipajang saat pameran produk dengan napan yang menarik.

 

      

3.    Refleksi

Dari hasil aksi nyata yang dilakukan oleh siswa SMP N 1 Ayah maka dapat saya simpulkan bahwa telur asin rasa bawang mudah dibuat. Telur tidak perlu banyak. Adapun hasil yang didapat adalah rasa telur lebih nikmat, asin, beraroma bawang dan kenyal. Dapat dibuat variasi rasa lain misalnya pedas dengan cara menambah jahe. Dapat dipraktekan dirumah oleh siswa dengan alat yang tersedia dirumah. Adapun yang perlu diperhatikan saat merebus telur, api jangan terlalu besar.

Rencana ke depan setelah praktek nyata ini, adalah mengajak siswa lain untuk praktek telur asin rasa jahe. Berkolaborasi dengan guru prakarya untuk sering praktek kewirausahaan dengan mencari potensi yang ada disekitar sebagai bahan belajar siswa, sehingga siswa tertarik dan gembira mempelajari ketrampilan yang dibutuhkan dalam kehidupannya.

Komentar